BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
belakang
Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk
dipergunakan bertutur dengan manusia lainnya dengan tanda, misalnya dengan kata
dan gerakan. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik.
Perkiraan jumlah dari bahasa-bahasa di dunia beragam
antara 6.000-7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung kepada suatu
perubahan sembarang antara perbedaan bahasa, dan dialek. Bahasa alami adalah
bicara atau bahasa isyarat, tapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua
menggunakan stimulus audio, visual atau taktil.
1.2
Rumusan
Masalah
- Bagaimana Pengertian Menyimak ?
- Bagaimana Tujuan Menyimak ?
- Bagaimana Teknik Menyimak ?
- Bagaimana Jenis-Jenis Menyimak ?
1.3
Tujuan
Makalah
- Untuk mengetahui Pengertian Menyimak ?
- Untuk mengetahui Tujuan Menyimak ?
- Untuk mengetahui Teknik Menyimak ?
- Untuk mengetahui Jenis-Jenis Menyimak ?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Menyimak
2.1.1
Pengertian Keterampilan Menyimak
Menurut Djago Tarigan,
dkk (1987, 47) keterampilan menyimak dan berbicara adalah keterampilan yang
paling tua diantara empat keterampilan berbahasa. Dalam hal lain, dapat
disimpulkan bahwa menyimak adalah proses mengamat untuk memperoleh informasi,
diskriptif dari sesuatu hal. Menurut Soetjiatno (1992:1) pada dasarnya
pengembangan keteampilan menyimak itu dapat dibedakan menjadi dua tataran
pokok, yaitu tataran identifikasi dan tataran selektif. Yang dimaksud tataran
identifikasi tahap pengenalan. Tahap ini akan melibatkan siswa untuk memulai
terampil mengenal: berbagai jenis bunyi sesuatu bahasa, kata-kata, frase-frase,
kalimat dalam ubungan timbalbalik antar struktur, baik atas dasar pertimbangan
waktu, modifikasi, bahkan juga logika. Tahap ini banyak melibatkan siswa untuk
segera mengenal elemen-elemen kebahasaan. Sedangkan yang dimaksud dengan
tataran selektif merupakan tahap pemahaman. Pada taha ini penyimak diharapkan
telah mampu memahami makna pesan elemen-elemen bahasa sebagai wahana
komunikasi.
2.2
Tujuan
Menyimak
Ada tiga komponen yang akan dituju dan
perlu dibina oleh guru dalam mengembangkan keterampilan menyimak para siswa,
yang akan dipaparkan dibawah ini: (Soetjiatno: 1992:1)
2.2.1 Keterampilan mengidentifikasi
dan menyeleksi elemen-elemen kebahasaan:
· Kemampuan
mengidentifkasi dan menyeleksi gejala-gejala fonetik, baik yang berupa nada
tekanan, persendian, maupn intonasi pada umumnya.
· Kemampuan
mengenal membedakan, menerapkan kosa kata sesuai dengan makna.
· Kemampuan
mengenal, membedakan menerapkan struktur tata bahasa sesuai dengan maknanya
ynag tepat.
2.2.2 Keterampilan
mengingat-ingat, dapat dilatih dengan cara sebagai berikut :
· Latihan
mengingat tanpa retensi, kemampuan mencamkan, menyimpan, dan mererosuksi
kembali pesan-pesan yang terkandung dalam wacana belum dituntut dari siswa.
· Latihan
mengingat dengan retensi jangka pendek, kemampuan mencamkan, menyimpan, dan
mererosuksi kembali pesan-pesan yang terkandung dalam wacana segera dituntut
dari siswa.
· Latihan
mengingat dengan retensi jangka panjang, kemampuan mencamkan, menyimpan, dan
mererosuksi kembali pesan-pesan yang terkandung dalam wacana sudah dituntut
dari siswa.
2.2.3 Keterampilan
melakukan komperehensi isi pesan, dapat dirinci seperti dibawah ini,
· Kemampuan
melihat hubungan waktu, ruang, dan ide.
· Kemampuan
memahami isi wacana.
· Kemampuan
mencari intisari wacana dengan cepat terhadap semua pokok permasalahan.
· Kemampuan
mencari informasi khusus secara cepat.
· Kemampuan
menyimak secara kritis, cepat, dan lancar.
2.3
Tehnik
Menyimak
Berikut adalah aneka teknik pengajaran
menyimak (Djago Tarigan, dkk, 1987: 52-63) adalah:
2.3.1
Dengar – Ulang Ucap
Model ucapan yang akan
diperdengarkan dipersiapkan secara cermat oleh guru. Isi model ucaoan itu
berupa fonem, kata, kalimat, ungkapan, kata-kata mutiara, semboyan dan
puisi-puisi pendek. Contoh mengucapkan kalimat, guru mengucapkan kalimat Hasan
sedang sakit, kemudian peserta didik mengulangi (mengucapkan) kalimat yang
diucapkan guru.
2.3.2
Dengar - Tulis (Dikte)
Dengar - Tulis (Dikte) mirip dengan
Dengar – Ulang Ucap. Model ucapan yang digunakan dalam Dengar – Ulang Ucap
dapat digunakan dalam Dengar – Tulis. Dengar – Ulang Ucap menunut reaksi
bersifat lisan, Dengar – Tulis menutut reaksi bersifat tulisan. Contoh
mengucapkan kalimat, guru mengucapkan kalimat Hasan sedang sakit, kemudian
peserta didik mengulangi (menulisakan) kalimat yang diucapkan guru.
2.3.3 Dengar-
Kerjakan
Model ucapan berisi kalimat-kalimat
perintah. Siswa yang menyimak isi ucapan mereaksi sesuai dengan instruksi.
Reaksi biasanya dalam bentuk perbuatan. Contoh guru memberikan perintah “tutup
pinti itu!” emudian peserta didik melakukan apa yang diperintahkkan oleh guru.
2.3.4 Dengar-Terka
Guru menyusun desripsi sesuatu
benda tanoa menyebutkan bendanya. Deskripsi dibacakan atau diputar rekamannya
kepada siswa. Siswa menyimak teks lisan dengan seksam kemudian menerka isinya.
Contoh guru menyebutkan berbaga ciri-ciri buah apel sebagai deskripsi dan
peserta didik harus menebak apa yang telah dideskrisikan oleh guru.
2.3.5 Memperluas
Kalimat
Guru menyebutkan teks kalimat.
Siswa mengucapkan kemali kalimat tersbut. Kembali guru mengulangi kalimat tadi.
Kemudian guru mengucapka kata atau kelompok kata lain. Siswa melengkapi kalmat
tadi dengan kelompok kata yang disebutka terakhir oleh guru. Hasilya adalah
kalimat yang diperluas. Contoh: guru mengucapkan kalimat “Andi makan” kemudian
kalimat itu ditiujan oleh peserta didik. Kemudian guru memperluar lagi dengan
mengicapkan kalimat “Andi makan nasi” dan peserta didik pun kembali menirukan
apa yang diucapkan oleh guru.
2.3.6 Menemukan
Benda
Guru mengumpulkan sejumlah benda.
Benda-benda tersebut sebaiknya sudah pernah dikenal oleh para siswanya.
Benda-benda itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak terbuka. Kemudian guru
menyebutkan nama suatu benda. Siswa mencari benda yang baru diucapkan oleh
guru. Bila benda sudah ditemukan kemudian ditunjukkan kepada guru. Contoh: guru
mengucapkan benda “kapur tulis” kemudian peserta didik mencari dan menunjukkan
kepada guru bila telah selesai.
2.3.7 Siman
Bilang
Seoramg siswa berperan sebagai
Siman dan maju ke depan kelas. Setiap siman bilang “......” siswa lainnya
menurutinya. Tetapi bila siman haya mengucapkan “.......” siswa lain tidak lain tidak bleh mengkutinya. Kececermatan
menimak ucapan siman menentukan pemberian tepat atau salah. Siswa yang salah
mendapat hukuman. Contoh:
Siman bilang : “angkat kakimu!”
Siswa lain : mengangkat kaki
Siman bilang : “duduk”
Siswa lain : duduk (salah dan kena hukum) jika berdiri (benar dan
menang)
2.3.8 Bisik
Berantai
Guru membisikkan suatu kalimat
kepada siswa yang paling depan atau pertama. Siswa tersebut menyampaikan
kalimat tadi dengan membisikkannya ke telinga siswa berikutnya. Demikian
seterusnya sampai siswa akhir. Siswa terakhir mngucapkan kalimat tadi dengan
suara nyaring. Atau boleh juga siswa terakhir menuliskan kalimat tersebut di
papan tulis. Guru mencocokkan kalimat yang ditulis siswa dengan kalimat yang
dibisikkan. Contoh: permainan bisik kalimat estafet.
2.4
Jenis-Jenis
Menyimak
Ada beberapa jenis menyimak, berikut
diantaranya adalah:
2.4.1 Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif (extensive
listening) adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang
lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah
bimbingan langsung dari seorang guru. Ada empat jenis menyimak ekstensif yaitu:
·
Menyimak sosial
·
Menyimak sekunder
·
Menyimak estetik
·
Menyimak pasif
2.4.2 Menyimak intensif
Menyimak intensif lebih diarahkan
pada kegiatan menyimak secara lebih bebas dan lebih umum serta perlu di bawah
bimbingan langsung para guru, menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan
yang jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Ada enam
jenis menyimak intensif yaitu:
·
Menyimak kritis
·
Menyimak konsentratif
·
Menyimak kreatif
·
Menyimak eksploratif
·
Menyimak interogatif
·
Menyimak selektif
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pada dasarnya
pengembangan keteampilan menyimak itu dapat dibedakan menjadi dua tataran pokok,
yaitu tataran identifikasi dan tataran selektif. Yang dimaksud tataran
identifikasi tahap pengenalan. Tahap ini akan melibatkan siswa untuk memulai
terampil mengenal: berbagai jenis bunyi sesuatu bahasa, kata-kata, frase-frase,
kalimat dalam ubungan timbalbalik antar struktur, baik atas dasar pertimbangan
waktu, modifikasi, bahkan juga logika. Tahap ni banyak melibatkan siswa untuk
segera mengenal elemen-elemen kebahasaan.
DAFTAR PUSTAKA
______. 2014. Pengertian Menyimak, Jenis-Jenis Menyimak, Tahapan Menyimak.
(Online), http://www.planetxperia.tk/2014/04/pengertian-menyimak-jenis-jenis-meyimak.html,
diakses tanggal 27 Agustus 2016
Soedjiatno. 1992. Keterampilan Menyimak dan Pengajarannya II.
Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institur Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Malang Proyek Operasi dan Perawatan Fasilitas
Tarigan, Djago, dkk.
1987. Teknik Pengajaran Keterampilan
Berbahasa. Bandung: Angkasa