Tuesday, August 30, 2016

Menyimak



BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar belakang
Bahasa adalah kemampuan yang dimiliki manusia untuk dipergunakan bertutur dengan manusia lainnya dengan tanda, misalnya dengan kata dan gerakan. Kajian ilmiah terhadap bahasa disebut dengan linguistik.
Perkiraan jumlah dari bahasa-bahasa di dunia beragam antara 6.000-7.000 bahasa. Namun, perkiraan tepatnya bergantung kepada suatu perubahan sembarang antara perbedaan bahasa, dan dialek. Bahasa alami adalah bicara atau bahasa isyarat, tapi setiap bahasa dapat disandikan ke dalam media kedua menggunakan stimulus audio, visual atau taktil.

1.2    Rumusan Masalah
  1. Bagaimana Pengertian Menyimak ?
  2. Bagaimana Tujuan Menyimak ?
  3. Bagaimana Teknik Menyimak ?
  4. Bagaimana Jenis-Jenis Menyimak ?

1.3    Tujuan Makalah
  1. Untuk mengetahui Pengertian Menyimak ?
  2. Untuk mengetahui Tujuan Menyimak ?
  3. Untuk mengetahui Teknik Menyimak ?
  4. Untuk mengetahui Jenis-Jenis Menyimak ?
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Menyimak
2.1.1        Pengertian Keterampilan Menyimak
Menurut Djago Tarigan, dkk (1987, 47) keterampilan menyimak dan berbicara adalah keterampilan yang paling tua diantara empat keterampilan berbahasa. Dalam hal lain, dapat disimpulkan bahwa menyimak adalah proses mengamat untuk memperoleh informasi, diskriptif dari sesuatu hal. Menurut Soetjiatno (1992:1) pada dasarnya pengembangan keteampilan menyimak itu dapat dibedakan menjadi dua tataran pokok, yaitu tataran identifikasi dan tataran selektif. Yang dimaksud tataran identifikasi tahap pengenalan. Tahap ini akan melibatkan siswa untuk memulai terampil mengenal: berbagai jenis bunyi sesuatu bahasa, kata-kata, frase-frase, kalimat dalam ubungan timbalbalik antar struktur, baik atas dasar pertimbangan waktu, modifikasi, bahkan juga logika. Tahap ini banyak melibatkan siswa untuk segera mengenal elemen-elemen kebahasaan. Sedangkan yang dimaksud dengan tataran selektif merupakan tahap pemahaman. Pada taha ini penyimak diharapkan telah mampu memahami makna pesan elemen-elemen bahasa sebagai wahana komunikasi.

2.2    Tujuan Menyimak
Ada tiga komponen yang akan dituju dan perlu dibina oleh guru dalam mengembangkan keterampilan menyimak para siswa, yang akan dipaparkan dibawah ini: (Soetjiatno: 1992:1)
2.2.1 Keterampilan mengidentifikasi dan menyeleksi elemen-elemen kebahasaan:
·      Kemampuan mengidentifkasi dan menyeleksi gejala-gejala fonetik, baik yang berupa nada tekanan, persendian, maupn intonasi pada umumnya.
·      Kemampuan mengenal membedakan, menerapkan kosa kata sesuai dengan makna.
·      Kemampuan mengenal, membedakan menerapkan struktur tata bahasa sesuai dengan maknanya ynag tepat.
2.2.2   Keterampilan mengingat-ingat, dapat dilatih dengan cara sebagai berikut :
·      Latihan mengingat tanpa retensi, kemampuan mencamkan, menyimpan, dan mererosuksi kembali pesan-pesan yang terkandung dalam wacana belum dituntut dari siswa.
·      Latihan mengingat dengan retensi jangka pendek, kemampuan mencamkan, menyimpan, dan mererosuksi kembali pesan-pesan yang terkandung dalam wacana segera dituntut dari siswa.
·      Latihan mengingat dengan retensi jangka panjang, kemampuan mencamkan, menyimpan, dan mererosuksi kembali pesan-pesan yang terkandung dalam wacana sudah dituntut dari siswa.
2.2.3   Keterampilan melakukan komperehensi isi pesan, dapat dirinci seperti dibawah ini,
·      Kemampuan melihat hubungan waktu, ruang, dan ide.
·      Kemampuan memahami isi wacana.
·      Kemampuan mencari intisari wacana dengan cepat terhadap semua pokok permasalahan.
·      Kemampuan mencari informasi khusus secara cepat.
·      Kemampuan menyimak secara kritis, cepat, dan lancar.

2.3    Tehnik Menyimak
Berikut adalah aneka teknik pengajaran menyimak (Djago Tarigan, dkk, 1987: 52-63) adalah:
2.3.1        Dengar – Ulang Ucap
Model ucapan yang akan diperdengarkan dipersiapkan secara cermat oleh guru. Isi model ucaoan itu berupa fonem, kata, kalimat, ungkapan, kata-kata mutiara, semboyan dan puisi-puisi pendek. Contoh mengucapkan kalimat, guru mengucapkan kalimat Hasan sedang sakit, kemudian peserta didik mengulangi (mengucapkan) kalimat yang diucapkan guru.
2.3.2        Dengar - Tulis (Dikte)
Dengar - Tulis (Dikte) mirip dengan Dengar – Ulang Ucap. Model ucapan yang digunakan dalam Dengar – Ulang Ucap dapat digunakan dalam Dengar – Tulis. Dengar – Ulang Ucap menunut reaksi bersifat lisan, Dengar – Tulis menutut reaksi bersifat tulisan. Contoh mengucapkan kalimat, guru mengucapkan kalimat Hasan sedang sakit, kemudian peserta didik mengulangi (menulisakan) kalimat yang diucapkan guru.
2.3.3   Dengar- Kerjakan
Model ucapan berisi kalimat-kalimat perintah. Siswa yang menyimak isi ucapan mereaksi sesuai dengan instruksi. Reaksi biasanya dalam bentuk perbuatan. Contoh guru memberikan perintah “tutup pinti itu!” emudian peserta didik melakukan apa yang diperintahkkan oleh guru.
2.3.4   Dengar-Terka
Guru menyusun desripsi sesuatu benda tanoa menyebutkan bendanya. Deskripsi dibacakan atau diputar rekamannya kepada siswa. Siswa menyimak teks lisan dengan seksam kemudian menerka isinya. Contoh guru menyebutkan berbaga ciri-ciri buah apel sebagai deskripsi dan peserta didik harus menebak apa yang telah dideskrisikan oleh guru.
2.3.5   Memperluas Kalimat
Guru menyebutkan teks kalimat. Siswa mengucapkan kemali kalimat tersbut. Kembali guru mengulangi kalimat tadi. Kemudian guru mengucapka kata atau kelompok kata lain. Siswa melengkapi kalmat tadi dengan kelompok kata yang disebutka terakhir oleh guru. Hasilya adalah kalimat yang diperluas. Contoh: guru mengucapkan kalimat “Andi makan” kemudian kalimat itu ditiujan oleh peserta didik. Kemudian guru memperluar lagi dengan mengicapkan kalimat “Andi makan nasi” dan peserta didik pun kembali menirukan apa yang diucapkan oleh guru.
2.3.6   Menemukan Benda
Guru mengumpulkan sejumlah benda. Benda-benda tersebut sebaiknya sudah pernah dikenal oleh para siswanya. Benda-benda itu dimasukkan ke dalam sebuah kotak terbuka. Kemudian guru menyebutkan nama suatu benda. Siswa mencari benda yang baru diucapkan oleh guru. Bila benda sudah ditemukan kemudian ditunjukkan kepada guru. Contoh: guru mengucapkan benda “kapur tulis” kemudian peserta didik mencari dan menunjukkan kepada guru bila telah selesai.
2.3.7   Siman Bilang
Seoramg siswa berperan sebagai Siman dan maju ke depan kelas. Setiap siman bilang “......” siswa lainnya menurutinya. Tetapi bila siman haya mengucapkan “.......” siswa lain tidak  lain tidak bleh mengkutinya. Kececermatan menimak ucapan siman menentukan pemberian tepat atau salah. Siswa yang salah mendapat hukuman. Contoh:
Siman bilang        : “angkat kakimu!”
Siswa lain             : mengangkat kaki
Siman bilang        : “duduk”
Siswa lain            : duduk (salah dan kena hukum) jika berdiri (benar dan menang)
2.3.8   Bisik Berantai
Guru membisikkan suatu kalimat kepada siswa yang paling depan atau pertama. Siswa tersebut menyampaikan kalimat tadi dengan membisikkannya ke telinga siswa berikutnya. Demikian seterusnya sampai siswa akhir. Siswa terakhir mngucapkan kalimat tadi dengan suara nyaring. Atau boleh juga siswa terakhir menuliskan kalimat tersebut di papan tulis. Guru mencocokkan kalimat yang ditulis siswa dengan kalimat yang dibisikkan. Contoh: permainan bisik kalimat estafet.

2.4    Jenis-Jenis Menyimak
Ada beberapa jenis menyimak, berikut diantaranya adalah:
2.4.1   Menyimak ekstensif
Menyimak ekstensif (extensive listening) adalah sejenis kegiatan menyimak mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran, tidak perlu di bawah bimbingan langsung dari seorang guru. Ada empat jenis menyimak ekstensif yaitu:
·   Menyimak sosial
·   Menyimak sekunder
·   Menyimak estetik
·   Menyimak pasif
2.4.2   Menyimak intensif
Menyimak intensif lebih diarahkan pada kegiatan menyimak secara lebih bebas dan lebih umum serta perlu di bawah bimbingan langsung para guru, menyimak intensif diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi, dikontrol terhadap suatu hal tertentu. Ada enam jenis menyimak intensif yaitu:
·                      Menyimak kritis
·                      Menyimak konsentratif
·                      Menyimak kreatif
·                      Menyimak eksploratif
·                      Menyimak interogatif
·                      Menyimak selektif
BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Pada dasarnya pengembangan keteampilan menyimak itu dapat dibedakan menjadi dua tataran pokok, yaitu tataran identifikasi dan tataran selektif. Yang dimaksud tataran identifikasi tahap pengenalan. Tahap ini akan melibatkan siswa untuk memulai terampil mengenal: berbagai jenis bunyi sesuatu bahasa, kata-kata, frase-frase, kalimat dalam ubungan timbalbalik antar struktur, baik atas dasar pertimbangan waktu, modifikasi, bahkan juga logika. Tahap ni banyak melibatkan siswa untuk segera mengenal elemen-elemen kebahasaan.


DAFTAR PUSTAKA

  ______. 2014. Pengertian Menyimak, Jenis-Jenis Menyimak, Tahapan Menyimak. (Online), http://www.planetxperia.tk/2014/04/pengertian-menyimak-jenis-jenis-meyimak.html, diakses tanggal 27 Agustus 2016
Soedjiatno. 1992. Keterampilan Menyimak dan Pengajarannya II. Malang: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institur Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang Proyek Operasi dan Perawatan Fasilitas
Tarigan, Djago, dkk. 1987. Teknik Pengajaran Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa